TIGA FAKTOR PENTING DALAM MENGIDENTIFIKASI SUPPORT DAN RESISTANCE DAN MENERAPKANNYA DALAM TRADING FOREX – ORARUGI.COM

| July 19, 2016 | 0 Comments

Support and Resistance

Pelajaran pertama yang seharusnya dipelajari para trader sebelum memulai trading adalah bagaimana mengidentifikasi level Support dan Resistance.  Ketika harga suatu komoditi menyentuh level supportnya, tekanan beli menjadi lebih besar daripada tekanan jual.  Level support menghentikan harga yang menurun dan harga biasanya berbalik dari level ini.  Demikian pula sebaliknya pada saat harga menyentuh level resistance, tekanan jual meningkat cukup kuat untuk menghentikan kenaikan harga.

Keberadaan level support dan resistance ini terbentuk karena adanya memori atau ingatan serta penyesalan yang terjadi pada tingkat level support dan resistance ini.  Ketika membeli suatu komoditi pada harga tertentu dan menghasilkan keuntungan, ingatan akan harga saat membeli di harga ini akan muncul.  Ketika komoditi turun ke harga tersebut, anda membeli kembali, dengan harapan akan memperoleh profit dari baliknya harga atau rebound.  Dan disinilah terjadi ingatan akan penyesalan karena tidak masuk pada harga tertentu.  Ketika harga turun kembali mereka membeli secara agresif untuk mencegah atau menghindari kehilangan di putaran berikutnya.  Dari sinilah terbentuknya level support.

Level resistance ada karena orang juga teringat ketika harga mulai berbalik arah dan mulai jatuh.  Ketika harga komoditi mulai naik sampai level balik arah ini, investor mulai berfikir untuk menjualnya.  Trader yang tidak punya posisi long atau beli akan berfikir untuk mencoba melakukan sell.  Ada juga orang orang yang terjebak pada posisi loss karena menahan posisi dan menunggu situasi rally untuk segera keluar tanpa kerugian.  Mereka juga berkontribusi pada situasi tekanan jual ini.

Saya percaya level support dan resistance juga terkait dengan bagaimana orang melihat atau mengartikan nilai.  Jika harga komoditi turun sampai Rp 300 dari harga yang lebih tinggi misal Rp 500, banyak investor menilai itu murah.  Tetapi jika harga mulai naik dari Rp 500 menjadi Rp 800, para investor menilainya mahal dan tidak mau membelinya.  Pada kenyataannya harga komoditi secara total tergantung kepada supply dan demand.  Jika banyak supply dan permintaan sedikit, harga akan menjadi lebih murah.  Dan jika permintaan banyak tetapi supply sedikit, harga bisa melambung tinggi.

Tidak ada yang murah di pasar komoditi.  Harga jatuh karena satu alasan sederhana: Dimana supply melebihi demand.  Tidak ada yang bisa memperkirakan dimana komoditi menemukan keseimbangannya.

Support dan Resistance 2

Pada gambar diatas terlihat bagaimana saya menggambar batas resistance dan support.  Batas resistance yang ditembus menjadi support untuk gerakan selanjutnya begitu pula sebaliknya.  Terlihat bahwa level resistance serta support ini dites rata rata lebih dari 2 kali.

KEKUATAN SUPPORT dan RESISTANCE

Ada tiga hal yang bisa kita amati untuk mengetahui kekuatan batas resistance serta support.  Ketiga hal tersebut adalah tinggi, lebar serta volume.  Tinggi mengacu kepada kisaran harga dari support dan resistance.  Semakin tinggi ketinggiannya semakin kuat level support dan resistance yang akan ditemukan.

Lebar terkait dengan lamanya atau banyaknya waktu suatu harga bertahan di kisaran support atau resistance.  Semakin lama atau lebar, kondisi level support atau resitance tersebut semakain kuat.

Yang terakhir, volume juga merupakan indikator lain yang menunjukkan tingkat kekuatan level support dan resistancenya.  Semakin banyak terjadi besaran volume pada level tersebut, semakin kuat level support dan resistancenya.

Perhatikan grafik dibawah ini:

 SUPPORT AND RESISTANCE

Pada grafik diatas hanya 2 indikator untuk penentuan support dan resistance yang saya gunakan yakni ketinggian dan lebar.  Sebelum USD/JPY break-low, sudah terbentuk resistance cukup kuat dengan terbentuknya double top.  Strategi trading yang pas yakni pasang posisi Sell setelah break-low dengan batas cut-loss diatas batas resistance/ double top tersebut sedangkan targetnya adalah dengan memperkirakan area atau level support dengan melihat banyaknya candlestick di suatu kisaran harga seperti ditunjukkan anak panah hijau yang ternyata benar sebagai tumpuan low USD/JPY walaupun setelah itu terjadi koreksi di kisaran 50% seperti terlihat pada grafik dibawah ini :

fibo 1

Sebaiknya bila secara teknikal terbaca seperti ini, posisi Sell dipegang terus atau setelah diclosed pada support pertama, bisa ambil posisi Sell berikutnya di kisaran retracement 50% yang ternyata juga dites 2 kali sebagai level resistance kedua  sebelum akhirnya melanjutkan gerakan down-trend untuk mencoba mendapatkan hasil lebih besar dengan tetap mengacu kepada ukuran teknikal seperti Fibonacci expansion dimana setelah diterapkan terlihat bahwa target expansi 100% tercapai seperti terlihat pada grafik dibawah ini :

fibo 2

Analisa ini tampak seperti sangat matematis dan terukur, tetapi seperti yang sering saya sampaikan bahwa sebaiknya mempergunakan analisa teknikal dalam trading apapun komoditinya disaat pasar tenang dan tidak terpengaruh oleh berita berita fundamental yang seringkali menguncang pasar.

Selamat menikmati trading anda…

Tags: , ,

Category: Forex

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *